93 How to say

93
4.4.1.2 Strategi Desain Visual
Tabel 4.3 Tabel penelusuran how to say
Strategi Desain visual atau How to say adalah bagaimana cara
penyampaian pesan pada kampanye deteksi dini kanker payudara ini di
rumuskan dari pesan yang ingin disampaikan seperti pada tabel 4.2 kemudian
ditambah dengan menggunakan pertimbangan dari karakteristik target audiens
dan preferensi target audiens yang sudah didapatkan melalui kesioner visual
sehingga cara penyampaian pesan dapat sesuai dengan karakter target audiens
yang dimaksud.
94
Penyampaian pesan dimaksudkan untuk mempengaruhi target audiens
sesuai dengan karakteristiknya, karena target memiliki karakteristik yang percaya
diri dan cenderung suka mengikuti tren fesyen terbaru, maka visual yang muncul
menggunakan gambaran wanita yang modis yang sesuai dengan karakter target
audiens. Selain itu visual juga menunjukkan perilaku sehari-hari audiens seperti
suka berdandan dan suka mengecek media sosial untuk lebih mudah menarik
perhatian audiens dan lebih mudah dimengerti oleh audiens.
4.4.2 Keyword
4.4.2.1 Penelusuran Keyword
Tabel 4.4 Tabel Penelusuran keyword
Penelusuran keyword atau kata kunci merupakan kesimpulan dari
penelusuran masalah, pemilihan what to say, sampai dengan ditemukan how to
say. Keyword disini merupakan ringkasan big campaign idea yang mengikat
keseluruhan penyampaian pesan baik secara tone dan manner pesan dan juga
dari visual pesan.
95
4.4.2.2 Makna Keyword
Keyword yang diambil terdiri dari dua kata yaitu satire (sindiran) dan
provokatif. Makna dari keyword sebagai berikut:
•
Satire – Satire berarti sindiran dalam Bahasa Indonesia menurut kamus
besar Bahasa Indonesia, kata sindiran memiliki kata dasar ‘sindir’ yang
berarti mengejek. Dengan demikian ‘sindiran’ memiliki arti sebuah
perkataan atau gambar yang bermaksud menyindir, mengejek, celaan
secara tidak langsung.
•
Provocative – bersifat provokasi, dan merangsang untuk bertindak,
menghasut. Pendekatan konsep sindiran yang provokatif bertujuan untuk
memberikan penekanan pesan kepada audiens tentang mengapa
audiens harus melakukan pemeriksaan dini kanker payudara. Secara
tidak langsung memberikan stimulus kepada audiens untuk segera
pemeriksaan sedini mungkin. Pemilihan kata provokatif memberikan
dorongan kepada audiens untuk lebih memperhatikan kesehatannya
payudaranya.
Secara
lengkap,
makna
dari
keyword
yang
ditemukan
adalah
memberikan informasi yang mengenai akibat yang bisa terjadi jika tidak
melakukan pemeriksaan payudara sendiri sejak dini secara rutin. Selain itu juga
untuk mempengaruhi audiens untuk segera melakukan deteksi dini dengan
penyampaian pesan yang menyindir dan provokatif menggunakan hal-hal yang
dekat dengan audiens.
4.5 Kriteria Desain
4.5.1 Aspek Audiens
Mengadaptasi dari model kampanye Ostergaard, pesan kampanye dibagi
menjadi tiga jenis kriteria pesan yaitu pesan yang menyentuh kepada
pengetahuan (knowledge), pesan yang menyentuh kepada perilaku (attitude) dan
pesan yang menyentuh pada keahlian (skills). Berikut adalah kriteria pesan dan
parameter yang menentukan pemenuhan masing-masing kriteria:
Kriteria
Parameter
Pengetahuan
-
Audiens mengetahui tentang kanker payudara
(knowledge)
-
Audiens mengetahui tentang resiko kanker payudara
96
-
Audiens
mengetahui
tentang
adanya
SADARI
sebagai tindakan pencegahan
Perilaku (attitude)
-
Audiens menyadari resiko kanker payudara
-
Audiens memiliki keinginan untuk mencari tahu lebih
lanjut tentang kanker payudara.
-
Audiens mengetahui / mencoba mencari tahu tentang
cara-cara melakukan SADARI
-
Audiens bisa melakukan SADARI walaupun tidak
mengetahui secara detail.
Keahlian (skills)
-
Audiens mengetahui kanker payudara dengan lebih
mendalam kepada penyebab-penyebabnya, resiko,
dan tindakan pencegahanya.
-
Audiens mengetahui tentang SADARI dan bisa
melakukanya secara mandiri.
-
Audiens mengetahui tanda-tanda yang bisa dideteksi
dengan melakukan SADARI.
-
Audiens
bisa
menjelaskan
mengenai
kanker
payudara dan cara melakukan SADARI kepada orang
lain.
Tabel 4.5 Tabel parameter kriteria kesadaran audiens
Dari tabel diatas, maka audiens untuk kampanye deteksi dini kanker payudara
usia 20-25 tahun di Kota Surabaya bisa dimasukkan dalam kriteria sebagai berikut:
a. Pengetahuan
Parameter
Ya
Audiens mengetahui tentang kanker payudara
✔
Audiens mengetahui tentang resiko kanker payudara
✔
Audiens mengetahui tentang adanya SADARI sebagai
tindakan pencegahan
Tidak
✔
Tabel 4.6 Tabel parameter pengetahuan audiens
b. Perilaku
Parameter
Ya
Audiens menyadari resiko kanker payudara
✔
Audiens memiliki keinginan untuk mencari tahu lebih lanjut
tentang kanker payudara.
✔
Tidak
97
Audiens mengetahui / mencoba mencari tahu tentang cara-
✔
cara melakukan SADARI
Audiens bisa melakukan SADARI walaupun tidak mengetahui
secara detail.
✔
Tabel 4.7 Tabel parameter perilaku audiens
c. Keahlian
Parameter
Ya
Tidak
Audiens mengetahui kanker payudara dengan lebih mendalam
kepada
penyebab-penyebabnya,
resiko,
dan
tindakan
✔
pencegahanya.
Audiens mengetahui tentang SADARI dan bisa melakukanya
secara mandiri.
Audiens mengetahui tanda-tanda yang bisa dideteksi dengan
melakukan SADARI.
Audiens bisa menjelaskan mengenai kanker payudara dan
cara melakukan SADARI kepada orang lain.
✔
✔
✔
Tabel 4.8 Tabel parameter keahlian audiens
Dengan demikian dapat diketahui parameter apa saja yang belum
dipenuhi oleh audiens. Parameter inilah yang akan dijadikan sebagai fokus
tujuan strategi komunikasi yang dibangun.
4.5.2 Strategi Komunikasi Pesan
Pesan yang disampaikan sesuai dengan what to say yang telah
ditemukan menekankan pada dorongan kepada audiens untuk mengenal kanker
payudara lebih lanjut dengan cara menge tahui seberapa besar resiko yang
dimilikinya dan apa saja yang menjadi gejala-gejala awal kanker payudara. Pada
pesan yang disampaikan juga mengandung informasi langkah-langkah apa saja
yang harus dilakukan oleh audiens yang menemukan gejala abnormal pada
payudaranya.
Pesan yang disampaikan menggunakan pendekatan mengajak audiens
untuk ikut berpikir mengenai kanker payudara sehingga audiens mau melakukan
SADARI secara rutin. Pesan juga akan menggunakan pendekatan yang
menyesuaikan dengan karakter keseharian audiens dengna menggunakan
benda-benda dan perilaku yang familiar dengan kegiatan audiens.
98
Penataan gaya penyampaian untuk kampanye ini menggunakan gaya
bahasa yang santai dan halus namun bernada tegas dan memperingatkan.
Penyampaian dikemas dengan cukup tegas dan secara tidak langsung mengajak
dan memaksa audiens untuk berpikir tanpa menggunakan dramatisasi visual
pesan yang berlebihan. Berikut panduan pembangunan komunikasi pesan yang
digunakan:
a. Headline
Gambar 4.1 Contoh gaya bahasa untuk headline (sumber: iklanindonesia.org)
Bahasa yang digunakan di headline dan sub headline (opsional),
menggunakan bahasa inggris yang sederhana dan mudah dimengerti. Bahasa
yang digunakan menghindari penggunaan kata-kata medis atau istilah lainnya
yang membutuhkan keahlian khusus. Contohnya sebagai berikut:
Gambar 4.2 Contoh gaya bahasa untuk headline (sumber: iklanindonesia.org)
-
Road bumps may safe your life, but breast’s bump may not.
99
(Benjolan di jalan atau polisi tidur bisa menyelamatkan nyawa anda, tetapi
benjolan di payudara, belum tentu aman bagi anda.)
-
Ironiccally you check your mobile phone more often than checking your
breast.
Ironisnya, anda mengecek telepon selular anda lebih sering dibandingkan
dengan mengecek payudara anda.
-
So you’re afraid of cockroaches? Ever heard about breast cancer?
Anda takut terhadap kecoak? Apakah anda pernah mendengar tentang
kanker payudara?
b. Teks Isi
Teks isi atau bodytext memuat informasi yang mendukung mengenai
kanker payudara, atau merupakan bahasan singkat mengenai penjelasan
terhadap headline. Teks isi dapat memuat minimal satu kalimat dan maksimal
tujuh kalimat. Informasi yang disampaikan dalam teks berupa informasi data hasil
penelitian medis, fakta seputar kanker payudara, testimony survivor kanker
payudara, atau kalimat lain yang bersifat mengingatkan dan mengajak audiens
untuk berpikir mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara.
Gambar 4.3 Contoh gaya bahasa untuk bodytext (sumber: iklanindonesia.org)
Bahasa yang digunakan untuk bodytext adalah Bahasa inggris yang
sederhana dan mudah dimengerti untuk lebih menyesuaikan kepada headline
dan juga mengajak audiens untuk membaca dan berpikir mengenai pesan yang
disampaikan. Aplikasi teks isi seperti pada gambar 4.3, menggunakan bahas
100
yang singkat dan mengena, selain itu juga memperhatikan pemilihan bahasa
yang sesuai dengan target audiens. Pemilihan bahasa santai dengan nada yang
cenderung tegas. Contohnya sebagai berikut:
-
Checking for breast cancer is easier than putting on your make ups
Memeriksa payudara anda lebih mudah daripada memakai riasan.
It’s easier to check on your breast than applying your eyeliner
-
Lebih mudah mengecek payudara anda daripada menggunakan eyeliner.
-
Checking for breast cancer is as easy as checking on your phone
Melakukan deteksi kanker payudara itu semudah mengecek telepon
genggam anda.
-
Checking for your breast requires much less time than going to the mall.
Mengecek
payudara
memakan
waktu
yang
jauh
lebih
singkat
dibandingkan dengan pergi ke mall.
c. Bahasa gaul
Gambar 4.4 Contoh gaya bahasa gaul dalam bahasa inggris (sumber: iklanindonesia.org)
Bahasa gaul boleh digunakan selama masih sesuai dengan karakter target
audiens. Penggunaan bahasa gaul yang kurang sesuai seperti ‘cius’ dan ‘miapah’ tidak
digunakan karena akan lebih sesuai apabila pesan ditujukan untuk usia 15-18 tahun.
Bahasa ini digunakan untuk memberikan kesan akrab dan santai.
d. Semiotika
Seperti yang sudah dijelaskan di bab 2 mengenai semiotika, efektifitas
penyampaian pesan pada audiens salah satunya mengharuskan desainer untuk
mengetahui kondisi fisik dan psikis audiens. Pada perancangan media kampanye deteksi
dini kanker payudara ini, penulis menggunakan atribut fisik dan tanda-tanda perilaku
yang populer dan dekat dengan audiens agar serasi dengan pesan yang ingin
101
disampaikan. Beberapa atribut fisik dan perilaku audiens yang digunakan antara lain
adalah:
• Menggunakan kegiatan yang sering dilakukan audiens seperti make-up, hijab,
mengecek telepon genggam, nongkrong, nonton bioskop, seni menghias kuku
dll.
• Menggunakan atribut fisik yang sedang populer seperti motif tribal, aksesoris
tangan, aksesoris leher, gaya busana, roti red velvet, cupcake, macaron dll.
Semua tanda yang digunakan dalam komunikasi pesan bertujuan untuk menarik
perhatian audiens agar audiens mengerti bahwa pesan yang disampaikan adalah untuk
dirinya sehingga kemungkinan pesan untuk bisa menghasilkan tindakan yang diharapkan
menjadi semakin besar.
4.5.3 Strategi Visual
Visual yang digunakan, sesuai dengan hasil kuesioner visual yang telah
diambil, akan banyak menggunakan teknik ilustrasi dengan eksekusi secara
digital untuk membantu mendapatkan visual yang diinginkan dan mengurangi
kesan vulgar pada visual. Gaya visual yang digunakan akan menampilkan kesan
feminine dan nuansa elegan dengan warna dominan pink sesuai dengan warna
kampanye kanker payudara internasional. Visual akan menggunakan setting dan
properti yang familiar dengan audiens, menyesuaikan dengan hasil analisa
kuesioner AIO, sehingga audiens lebih mudah terhubung dan menangkap insight
dari pesan yang disampaikan. Rincian dari visual yang akan digunakan
dijelaskan sebagai berikut:
a. Gaya Gambar
Gaya gambar yang digunakan menggunakan ilustrasi. Ilustrasi visual
merepresentasikan wanita muda yang aktif sesuai dengan karakter target
audiens. Penggunaan ilustrasi wanita muda seperti pada teori yang sudah
dibahas terlebih dulu bisa memudahkan audiens untuk terkoneksi dengan pesan
yang disampaikan. Ilustrasi digunakan karena kemungkinan eksplorasi eksekusi
yang tidak terbatas juga bisa lebih mudah menarik perhatian audiens. Hasil akhir
visual akan melalui proses editing terlebih dahulu secara digital untuk
mengoptimalisasikan estetika visual.
102
Gambar 4.5 Contoh gaya gambar (sumber: adsoftheworld.com)
Gambar 4.6 Contoh gaya gambar menggunakan teknik ilustrasi
(sumber:iklanindonesia.org)
Gaya gambar yang digunakan seperti pada gambar 4.1 dan 4.2, yaitu
menggunakan garis yang tegas dan warna solid, menyesuaikan dengan pesan
yang ingin disampaikan sehingga mudah dimengerti oleh audiens.
103
b. Komposisi Layout
Gambar 4.7 Contoh layout eksisting (sumber: adsoftheworld.com)
Komposisi layout memungkinkan penggunaan layout yang eksploratif sesuai
dengan hasil kuesioner visual yang telah disebarkan. Penggunaan layout
eksploratif memungkinkan visual
menjadi tidak biasa dan memiliki banyak
alternatif sehingga dapat lebih menarik perhatian audiens. Pemilihan desain akhir
melewati proses alternasi untuk memilih desain dengan visual yang paling
menarik untuk kemudian melalui proses asistensi dan diskusi dengan
stakeholder.
c. Kombinasi Warna
Gambar 4.8 Contoh kombinasi warna colorful (sumber: adsoftheworld.com)
Kombinasi warna terpilih adalah warna colorful yang memungkinkan
penggunaan warna lain selain warna merah muda. Pemilihan warna ini
menjadikan komposisi visual bisa lebih menarik dan tidak monoton. Pemilihan
kombinasi warna monokrom dari pink dan warna-warna analognya seperti ungu
dan merah untuk menyesuaikan dengan tema kanker payudara dipilih
menyesuaikan dengan hasil kuesioner yang terpilih yaitu warna-warna dengan
104
nuansa dingin. Kombinasi warna solid dan cenderung gelap digunakan untuk
memberikan nuansa dingin menyesuaikan dengan preferensi target audiens.
Beberapa contoh aplikasi penggunaan warna adalah sebagai berikut:
Gambar 4.9 Contoh kombinasi warna nuansa dingin (sumber:adsoftheworld.com)
Warna yang dipilih akan cenderung menimbulkan kesan elegan.
Pemilihan warna final akan melalui proses alternatif untuk memilih paduan warna
yang paling sesuai. Berikut beberapa kombinasi warna sebagai alternatif yang
bisa digunakan:
Gambar 4.10 Kombinasi pantone cosmetica (sumber: Eiseman Leatrice, 2006)
Gambar 4.11 Kombinasi pantone complexity (sumber: Eiseman Leatrice, 2006)
d. Typeface
Typeface yang digunakan adalah typeface yang memiliki legibilitas dan
keterbacaan tinggi. Jenis typeface untuk headline menggunakan typeface serif
yang cenderung lebih feminin dengan garis lengkung sebagai aksen. Pemilihan
typeface untuk bodytext menggunakan jenis sans serif sesuai dengan jenis
typeface yang paling disukai audiens dari hasil kuesioner yang telah disebarkan.
Pembedaan jenis typeface untuk headline dan bodytext dijadikan sebagai
105
alternatif desain untuk nantinya dipilih yang paling sesuai dengan visual.
Typeface yang digunakan akan diaplikasikan pada semua media yang dibuat
sebagai pengikat visual. Alternatif font sebagai berikut:
Gambar 4.12 Alternatif padanan font untuk headline dan bodytext (sumber : pribadi)
Beberapa alternatif padanan font untuk headline dan bodytext kemudian
disesuaikan dengan preferensi yang paling disukai oleh target audiens, yaitu
jenis font sans serif untuk headline dan bodytext. Padanan yang terpilih sebagai
berikut:
Gambar 4.13 Font terpilih untuk headline dan bodytext (sumber : pribadi)
Gauntlet classic dipilih karena merupakan font dengan jenis sans serif
tetapi mempunyai karakter garis lengkungan organis seperti font jenis serif.
Selain itu, font ini dipilih karena memiliki keterbacaan dan legibilitas yang tinggi
serta memberikan kesan feminin tetapi santai. Apabila heading menggunakan
106
font eksperimental atau dekoratif, maka font terpilih pada gambar 4.9 digunakan
sebagai sub-headline dan teks isi. Contohnya sebagai berikut:
Gambar 4.14 Contoh penggunaan font terpilih dengan headline dekoratif
(sumber:adsoftheworld.com)
e. Sketsa
Berikut beberapa eksplorasi sketsa yang telah dibuat untuk memperoleh
alternatif visual. Visual terpilih bisa dijadikan referensi untuk eksekusi di
beberapa jenis media sesuai dengan kebutuhan kampanye yang dilakukan.
Gambar 4.15 Mind mapping untuk menemukan konsep desain
107
Gambar 4.16 Sketsa thumbnail alternatif 1
Gambar 4.17 Sketsa thumbnail alternatif 2
108
Gambar 4.18 Sketsa thumbnail alternatif 3
Gambar 4.19 Contoh gaya gambar dan pewarnaan ilustrasi
Gambar 4.20 Contoh sketsa rough design eksplorasi eksekusi konsep dan desain acuan
109
4.5.4 Strategi Media Kampanye
Strategi media yang digunakan beragam tergantung kepada jenis acara
yang sedang dijalankan selama masa kampanye di tahun 2013. Media dibagi
menjadi dua jenis yaitu media utama sebagai media yang menjadi fokus dalam
acara yang diadakan, dan media pendukung sebagai media tambahan
pembentuk suasana untuk meningktkan efektifitas kampanye. Strategi media
utamanya adalah sebagai berikut:
•
Des
Poster seri
Jan
Poster seri 1
Feb
Mar
Apr
Mei
Poster seri 2
Jun
Poster seri 3
Jul
Agt
Sep
Poster seri 4
Tabel 4.9 Timeline media poster
Tempat
: RS Onkologi, Perguruan tinggi di Surabaya, rumah sakit
lainnya.
Waktu
: Poster seri 1 desember 2013 – pertengahan Februari
2014
Poster seri 2 pertengahan Februari 2014 – April 2014
Poster seri 3 Mei 2014 – pertengahan Juli 2014
Poster seri 4 pertengahan Juli 2014 – September 2014
Tujuan
: Menarik perhatian audiens dan mengajak audiens
berpikir tentang pentingnya melakukan pemeriksaan
payudara mandiri.
Dampak
: Audiens merasa tersindir mengenai kegiatan sehariharinya sehingga mau lebih berpikir mengenai kesehatan
payudaranya dan juka ingin mengetahui lebih lanjut bisa
mengakses alamat website RRS yang tercantum.
•
Brosur
Tempat
: RS Onkologi, dibawa pada saat melakukan roadshow,
workshop, dan acara lain yang mendukung.
Waktu
: Sepanjang tahun dan dibawa sesuai dengan lini waktu
workshop dan roadshow.
Tujuan
: brosur berisi informasi mengenai pertanyaan-pertanyaan
yang biasa ditanyakan seputar kanker payudara, gejalagejala kanker payudara dan langkah-langkah yang harus
110
dilakukan
oleh
audiens
ketika
menemukan
gejala
abnormal pada payudaranya.
Dampak
: Brosur sebagai media pengingat yang bisa dibawa
pulang dan disimpan oleh audiens. Dengan informasi
yang ada di dalam brosur diharapkan audiens lebih
mengenai apa langkah-langkah yang harus dilakukan.
•
Ambient
Tempat
: RS Onkologi Surabaya dan pada tempat-tempat lain yang
menjadi tempat kunjungan, dan tempat umum yang
potensial.
Waktu
: Sepanjang tahun, termasuk pada waktu workshop dan
roadshow, khususnya pada saat event BCAM.
Tujuan
: Mengajak perhatian audiens agar lebih memperhatikan
kesehatan payudaranya. Selain itu juga memberikan
alamat situs web Reach to Recovery Surabaya untuk
audiens yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai
kanker payudara.
Dampak
: Menjadi shock therapy berupa ajakan langsung untuk
audiens supaya segera melakukan pemeriksaan mandiri.
Media yang digunakan relative baru sehingga bisa lebih
diingat oleh audiens dalma jangka waktu yang cukup
lama.
•
Mini Game
Tempat
: Website RRS
Waktu
: Sepanjang tahun.
Tujuan
: Menjadi sarana bagi audiens yang ingin mengetahui
gejala-gejala kanker payudara dan resiko kanker yang
dimilikinya secara langsung.
Dampak
: Audiens lebih memahami tentang gejala-gejala yang
Dijelaskan, audiens bisa menghitung besarnya resiko
yang dimiliki secara langsung, dan apabila audiens
memiliki resiko sedang atau tinggi, maka akan menjadi
sebuah
pemicu
untuk
pemeriksaan mandiri.
menjadi
rajin
melakukan
111
Kampanye diadakan sepanjang tahun dengan acara puncak yang
diadakan selama bulan Oktober sebagai breast cancer awareness month.
Rincian acara yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Roadshow
Tujuan
: Memberikan pengetahuan tentang kanker
payudara
dan
memberikan
pengetahuan
mengenai langkah-langkah melakukan SADARI.
Target
: Mahasiswi
Tempat
: Perguruan tinggi di Surabaya
Waktu pelaksanaan : Setiap 2-3 bulan sekali atau apabila ada
undangan dari pihak kampus atau sekolah.
Media utama
: Poster, banner, brosur, backdrop.
Media pendukung
: Seragam pembicara, seragam panitia, guide MC,
slideshow presentasi, guide lokasi, tanda lokasi.
Merchandise
: Stiker, stiker event Oktober, pin, kipas tangan.
2. Workshop
Tujuan
: Memberi pengetahuan lebih lanjut dengan topik
tertentu tentang kanker payudara.
Target
: Perempuan usia 20 – 25 tahun (terbuka untuk
umum),
beberapa topik bahasan pada workshop ditujukan
pada pasien dan keluarga pasien kanker
payudara.
Tempat
: RS Onkologi Surabaya
(bisa ditempat lain, menyesuaikan)
Waktu pelaksanaan
: Setiap 3 bulan sekali.
Media
: Poster, banner, brosur sesuai topic, backdrop.
Media pendukung
: Seragam pembicara, seragam panitia, slideshow
presentasi, guide lokasi, tanda lokasi.
Merchandise
: Stiker, stiker event Oktober, pin, kipas tangan.
3. Breast cancer awareness month
Tujuan
: Memberikan pengetahuan tentang kanker
112
payudara, memberikan pengetahuan mengenai
langkah-langkah melakukan SADARI, mengajak
audiens agar mau melakukan pemeriksaan secara
mandiri.
Target
: Perempuan usia 20-25 tahun.
Tempat
: Mall atau pusat perbelanjaan di Surabaya.
Waktu Pelaksanaan : Sepanjang bulan Oktober.
Media
: Poster, banner, banner website, billboard, brosur,
iklan Koran, dan ambient media.
Media pendukung
: Bunting, seragam panitia, seragam survivor,
backdrop,
guide
lokasi,
guide
MC,
bendera
promosi, balon,
Merchandise
: Pin, stiker event, stiker mobil, kipas tangan,
gelang, kaos, mug, goody bag, gantungan kunci,
notes.
Dari rincian kegiatan yang akan dilakukan sepanjang tahun 2012 – 2013
tersebut, maka dibuat lini masa beperti dibawah ini:
Tabel 4.10 Timeline kegiatan
Breast Cancer Awareness Month
Bulan keperdulian terhadap kanker payudara ini diadakan setiap bulan
oktober dengan acara puncak berupa kampanye perduli kanker payudara yang
diadakan di salah satu mall di Kota Surabaya. Media-media yang digunakan
pada bulan ini diatur dengan lini masa tertentu sehingga dapat mengepung target
sasaran sehingga target audiens tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai
kanker payudara. Media yang digunakan bisa bertambah atau berkurang sesuai
dengan pertimbangan stakeholder. Berikut timeline perencanaan pemasanan
media yang digunakan pada bulan Oktober:
113
Tabel 4.10 Timeline penggunaan media pada bulan Oktober
•
Banner
Tempat
: Rumah sakit di Surabaya
(RS Onkologi, RSUD Dr. Sutomo, RS Husada Utama,
RSU Darmo, dll)
Waktu
: Sepanjang bulan Oktober 2014
Tujuan
: Menginformasikan tentang bulan perduli kanker payudara
dan mengajak audiens untuk melakukan pemeriksaan
segera.
Dampak
: Menjadi pengingat bagi audiens mengenai pentingnya
melakukan pemeriksaan mandiri dan mengajak audiens
secara langsung untuk segera melakukan pemeriksaan.
•
Poster Event
Tempat
: Perguruan Tinggi di Surabaya
(ITS, UNAIR, UBAYA, UK Petra), RS Onkologi Surabaya
dan rumah sakit lainnya yang ada di Surabaya.
Waktu
: Minggu ke-2 dan ke-3 bulan Oktober 2014
Tujuan
: Menginformasikan kepada audiens mengenai rangkaian
acara yang akan diadakan seperti lomba, talkshow,
kegiatan deteksi dan konsultasi gratis dan lain-lain.
Dampak
: Audiens tertarik untuk mengunjungi dan mengikuti
rangkaian
acara,
audiens
mau
berpartisipasi
dan
mendapatkan pemeriksaan secara gratis sebagai langkah
awal sehingga audiens lebih mengerti mengenai cara
melakukan pemeriksaan sendiri.
•
Billboard
Tempat
: Jl. Raya Kertajaya, Jl. Walikota mustajab (jembatan
Viaduct depan Grand City Surabaya), RS Onkologi
Surabaya.
Waktu
: Sepanjang bulan Oktober 2014
114
Tujuan
: menginformasikan bulan perduli kanker payudara kepada
masyarakat
luas
dan
mengajak
untuk
melakukan
pemeriksaan segera.
Dampak
: Menjadi pengingat bagi audiens mengenai pentingnya
melakukan pemeriksaan mandiri dan mengajak audiens
secara langsung untuk segera melakukan pemeriksaan
Jangkauan informasi yang diberikan lebih luas karena
Mencakup area yang besar dan ramai.
•
Brosur
Tempat
: Rumah sakit Onkologi, dan bisa dibawa ketika
mengadakan roadshow, workshop atau talkshow, event
BCAM.
Waktu
: Sepanjang tahun khususnya pada saat event BCAM.
Tujuan
: brosur berisi informasi mengenai pertanyaan-pertanyaan
yang biasa ditanyakan seputar kanker payudara, gejalagejala kanker payudara dan langkah-langkah yang harus
dilakukan
oleh
audiens
ketika
menemukan
gejala
abnormal pada payudaranya.
Dampak
: Brosur sebagai media pengingat yang bisa dibawa
pulang dan disimpan oleh audiens. Dengan informasi
yang ada di dalam brosur diharapkan audiens lebih
mengenai apa langkah-langkah yang harus dilakukan.
Peletakan media seperti yang tertulis diatas sudah disesuaikan dengan
target audiens dan jalur pusat kegiatan kota agar bisa menjangkau lebih banyak
audiens dan masyrakat lainnya. Media bisa diletakkan di lebih banyak tempat
sesuai dengan pertimbangan stakeholder. Selain itu jenis media yang muncul
juga bisa bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan stakeholder.
115
4.5.5 Desain Output
4.5.5.1 Brosur
Gambar 4.21 Desain brosur
Desain brosur kampanye deteksi dini kanker payudara mengambil
konsep “apa yang ada di dalam payudaramu?” menggunakan gambar seorang
wanita yang akan membuka kait baju dalam. Informasi yang diberikan di dalam
brosur meliputu beberapa jawaban dari pertanyaan umum seputar kanker
payudara seperti:
•
Apa yang harus saya cari?
•
Bagaimana resiko saya?
•
Kapan saya melakukan pemeriksaan mandiri?
•
Pemeriksaan klinis kanker payudara
•
Mammogram
•
Selusin tanda kanker payudara
•
Langkah-langkah deteksi kanker payudara
•
Bagaimana sebuah benjolan terasa?
Brosur ini juga berisi informasi mengenai dua belas gejala kanker
payudara yang dianalogikan dengan bentuk hiasan cupcake atau kue mangkok,
yang sedang menjadi tren di kalangan target audiens. Penggunaan cupcake
sebagai ilustrasi dari masing-masing gejala dimaksudkan agar informasi yang
116
disampaikan lebih menarik dan lebih mudah dimengerti oleh audiens. Total satu
lusin cupcake menjadi ilustrasi dari masing-masing gejala kanker payudara.
Gambar 4.22 Alternatif bentukan cupcake
Gambar 4.23 Pengembangan alternatif cupcake
117
Gambar 4.24 Pengembangan gaya eksekusi cupcake
4.5.5.2 Poster
Desain poster mengacu pada pesan yang ingin disampaikan, yaitu
‘ketidakpedulian bisa membunuh anda’ dan pentingnya mengetahui gejala-gejala
awal kanker payudara dan resiko yang anda miliki. Kedua pesan tersebut
berfungsi sebagai media pengingat dan juga sebagai media edukasi mengenai
kanker payudara. Gambar poster menggunakan ilustrasi kegiatan wanita muda
yang disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari target audiens.
Gambar 4.25 Eksplorasi visual acuan hijab
Sumber: dianpelangi.com
118
Gambar 4.26 Eksplorasi visual acuan nongkrong
Sumber: google.com
Gambar 4.27 Eksplorasi visual acuan nail art
Sumber: google.com
Gambar 4.28 Alternatif poster seri telepon genggam
119
Gambar 4.29 alternatif eksekusi poster
4.5.5.3 Mini Game
Media mini
game diletakkan pada alamat web Reach to Recovery
Surabaya. Media ini merupakan media yang memudahkan audiens untuk
menghitung resiko kanker payudara yang dimilikinya dengan menjawab
beberapa pertanyaan mendasar seputar riwayat hidup audiens dan gaya hidup
audiens sehari-hari. Selain itu mini game juga menyediakan informasi mengenai
gejala-gejala awal kanker payudara sehingga audiens juga bisa belajar
mengenai gejala-gejala nya sejak dini.
120
Gambar 4.30 Desain awal halaman muka mini game
Desain mini game berupa game menggunakan flash-animation dengan
resolusi 800x600 pixel sehingga tidak mengharuskan audiens untuk membuka
halaman baru dan juga tidak berat apabila dijalankan melalui laptop atau
komputer.
4.5.5.4 Ambient Media
Gambar 4.31 Eksplorasi visual acuan ambient media
Sumber: google.com
121
Ambient media berfungsi sebagai pemberi kejutan untuk target audiens
ketika audiens tidak mengharapkan munculnya sebuah media kampanye. Seperti
yang sudah dijelaskan sebelumnya media ini memiliki keunggulan karena bisa
lebih menarik bagi audiens dan lebih mudah untuk diingat.
Gambar 4.32 Sketsa ambient media
BAB V
IMPLEMENTASI DESAIN
5.1 Poster
5.1.1 Poster seri Ignorance Kill
a. Versi Make-up
Pada kampanye melalui media poster di bawah menceritakan seorang
wanita yang sedang mengenakan riasan wajah. Pesan yang ingin disampaikan
menunjukkan bahwa kebanyakan wanita lebih sering meluangkan waktu untuk
mengenakan atau memperbaiki riasan daripada melakukan pengecekan
terhadap payudaranya, padahal pengecekan payudara bisa saja hanya dilakukan
satu kali setiap bulan dan memakan waktu yang lebih sebentar apabila
dibandingkan dengan mengenakan riasan.
Gambar 5.1 Poster seri Ignorance Kill versi make-up
b. Versi Telepon Genggam
Pada versi telepon genggam, kegiatan yang ingin ditunjukan adalah
kebiasaan mengecek telepon genggam setiap saat. Keinginan untuk selalu
mengetahui informasi terbaru dan update di jejaring sosial membuat hamper
124
123
seluruh target audiens memiliki kegiatan rutin untuk mengecek internet dan
jejaring sosial melalui alat elektronik seperti komputer, lapop, tablet, dan telepon
genggam. Iklan ini bermaksud menyampaikan pesan yang sama seperti
sebelumnya, yaitu menunjukan bahwa target audiens lebih sering mengecek
telepon genggam dibandingkan dengan melakukan pengecekan terhadap
payudaranya.
Gambar 5.2 Poster seri Ignorance Kill versi telepon genggam
c. Versi Nongkrong
Salah satu kegiatan yang biasanya dilakukan oleh target audiens
bersama teman-teman sebayanya adalah nongkrong. Audiens biasanya
menyempatkan diri menghabiskan waktu beberapa jam dalam satu minggu untuk
nongkrong di kedai kopi, maupun kafe. Kegiatan ini juga tidak jarang memakan
biaya yang cukup besar. Dengan poster ini diharapkan bisa menyasar audiens
124
yang memiliki kebiasaan nongkrong dan mengingatkan untuk menyempatkan diri
melakukan pemeriksaan.
Gambar 5.3 Poster seri Ignorance Kill versi nongkrong
d. Versi Hijab
Poster seri versi hijab ini mengangkat gaya hidup hijabers yang sedang
populer baik di kalangan remaja, dewasa awal sampai dewasa akhir. Gaya hidup
ini merupakan gaya hidup perempuan yang mengenakan penutup kepala dengan
gaya kekinian yang dirasa lebih trendy dan lebih modern dibandingkan dengan
gaya memakai penutup kepala yang konvensional. Perempuan yang bergaya
seperti ini biasanya menghabiskan waktu antara 30 menit – 1 jam untuk
membuat varian hijab nya saja, oleh karena itu dalam poster ini diingatkan
bahwa melakukan pemeriksaan mandiri memakan waktu yang jauh lebih sedikit
dibandingkan dengan memasang hijab.
125
Gambar 5.4 Poster seri Ignorance Kill versi hijab
5.2 Brosur
Media brosur digunakan untuk memberikan informasi yang lebih rinci
mengenai kanker payudara dan tanda-tandanya. Brosur memiliki mobilitas yang
tinggi, bisa diakses kapan saja tanpa harus menggunakan koneksi internet dan
juga bisa mudah berpindah tangan sehingga informasi yang ada di dalamnya
memiliki masa hidup yang lebih panjang.
126
Gambar 5.5 Cover depan brosur
Gambar yang digunakan untuk bagian depan adalah gambar bra bagian
belakang dengan tangan yang ingin membuka bra tersebut. Menggambarkan
pengetahuan mengenai kanker payudara yang lebih mendalam lagi. Selain
gambar bra bagian belakang ini, juga dibuat gambar bra bagian depan dengan
gestur tangan yang sama sebagai alternatif desain.
Gambar 5.6 Bagian dalam brosur
Brosur ini memuat informasi-informasi penting mengenai beberapa
pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai kanker payudara, termasuk
juga langkah-langkah lanjutan yang harus dilakukan apabila menemukan gejala
kanker. Selain itu brosur ini juga memuat situs Reach to Recovery Surabaya
(RRS) di bagian belakang untuk memudahkan audiens yang ingin mencari
informasi yang lebih lengkap melalu halaman web.
127
Gambar 5.7 Bagian belakang brosur dan cover apabila dibuka
5.3 Billboard
Media billboard khususnya digunakan pada saat memperingati bulan
kanker payudara pada bulan Oktober. Media ini selain berfungsi sebagai tanda
turut serta mendukung kampanye melawan kanker payudara internasional, juga
berfungsi sebagai pengingat bukan hanya untuk target audiens saja tetapi juga
bisa menyasar untuk audiens yang lebih luas.
Gambar 5.8 desain billboard
Media billboard berfungsi sebagai pengingat bulan kanker payudara
internasional yang jatuh pada bulan Oktober. Billboard juga memuat gambar
cupcake sebagai simbol gejala kanker untuk lebih menarik bagi target audiens
dan membuat audiens untuk ingin mengetahui lebih lanjut mengenai makna dari
128
cupcake tersebut. Selain itu juga memuat alamat situs Reach to Recovery
Surabaya (RRS) apabila audiens ingin mengetahui lebih lanjut.
Gambar 5.9 Aplikasi desain billboard
5.4 X-Banner
Gambar 5.10 Desain x-banner dan aplikasinya
Desain x-banner disesuaikan dengan desain billboard, digunakan sebagai
tanda memperingati bulan kanker payudara yang fleksibel dan bisa ditempatkan
dimana saja. Penggunaan x-banner bisa dibawa ketika sedang mengadakan
129
kegiatan
kampanye
di
universitas-universitas,
rumah
sakit
atau
pusat
perbelanjaan. Media ini juga bisa dipakai pada saat acara workshop, ladies
luncheon dan gathering survivor kanker payudara yang rutin diadakan oleh RRS
setiap jangka waktu tertentu.
5.5 Creative Media
5.5.1 Cermin Rias
Gambar 5.11 Desain stiker media kreatif cermin
Gambar 5.12 Aplikasi desain stiker pada cermin
Media kreatif berupa cermin rias merupakan turunan dari poster
Ignorance Kill versi make-up. Media ini berupa cermin rias berukuran kecil yang
bisa bisa dibawa kemana-mana dan bisa masuk ke dalam dompet kosmetik
130
wanita. Media ini muncul dari kebiasaan target audiens yang suka tampil cantik.
Tujuannya adalah sebagai pengingat bagi target audiens untuk melakukan
pemeriksaan payudara mandiri ketika sedang berkaca.
5.6 Ambient media
Media ini merupakan media turunan dari media cermin rias. Media ini
berupa stiker yang diletakkan di kaca-kaca toilet wanita, berfungsi sebagai
pengingat untuk melakukan pengecekan payudara secara mandiri. Pesan yang
disampaikan berhubungan dengan kebiasaan wanita yang selalu memperhatikan
penampilannya dan biasa melihat ke dalam kaca setelah pergi ke toilet. Di sini
stiker
mengarahkan
target
audiens
untuk
tidak
hanya
memperhatikan
penampilan wajah saja, tetapi juga mulai memperhatikan kondisi payudaranya,
khususnya mengenai tindakan pencegahan kanker payudara.
Gambar 5.13 Aplikasi ambient media di kaca toilet
131
5.7 Mini Game
Media mini game digunakan sebagai alat ukur resiko target audiens yag
ditempatkan pada halaman situs Reach to Recovery Surabaya (RRS). Media ini
memungkinkan audiens untuk menghitung langsung resiko kanker payudara
yang dimiliki nya dengan menjawab beberapa pertanyaan mengenai riwayat
keluarga, dan gaya hidup audiens. Selain itu juga terdapat pengarahan lanjutan
untuk audiens yang memiliki resiko tinggi. Media ini juga berisi informasi
mengenai dua belas gejala kanker payudara berupa cupcake yang disusun
seperti pada media billboard dan x-banner.
Gambar 5.14 Desain halaman depan mini game
Gambar 5.15 Desain konten mini game – kenali gejala
132
Gambar 5.16 Desain konten mini game – hitung resiko anda
Gambar 5.17 Aplikasi media mini game pada halaman web RRS
133
5.8 Media Pelengkap Kampanye
Media pelengkap kampanye digunakan apa bila diperlukan dalam
serangkaian kegiatan yang dilakukan selama satu tahun penuh. Media ini seperti
tanda nama untuk menunjukkan anggota RRS dan sukarelawan, goodie bag
untuk dibagikan pada peserta workshop, stiker, pin, dan kalender.
a. Name Tag
Gambar 5.18 Desain name tag
Tag nama digunakan sebagai tanda pengenal untuk survivor yaitu para
anggota RRS dan juga untuk para sukarelawan RRS. Tag nama ini digunakan
pada saat melakukan workshop, seminar, event di bulan Oktober dan lain-lain
yang membutuhkan tanda pengenal.
b. Goodie Bag
Goodie bag berisi beberapa media kampanye seperti brosur, stiker, kaca
rias, kalender, pin dll untuk diberikan kepada pesera workshop, gathering, event
di bulan Oktober dan di waktu-waktu lainnya. Goodie bag ini berfungsi sebagai
kenang-kenangan. Selain itu media-media yang terdapat did dalamnya bisa
disimpan dan menjadi media pengingat jangka panjang.
134
Gambar 5.19 Desain Goodie bag
c. Kalender
Kalender 2014 diberikan di dalam goodie bag, berisi 12 tanda kanker
payudara di setiap bulannya. Setiap bulan juga disediakan tempat untuk
mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada payudara setiap bulannya. Hal
ini bertujuan untuk mengingatkan audiens untuk melakukan pemeriksaan
minimal satu bulan sekali, sekaligus untuk membuat audiens mengenali bentuk
dan tekstur payudaranya sendiri dengan baik, degan demikian apabila muncul
tanda-tanda yang abnormal audiens bisa langsung mengetahuinya.
Kalender ini berukuran kecil seperti kartu ATM agar mudah dibawa
kemana saja dan juga mengurangi resiko audiens kehilangan kalender ini. Dalam
kalender ini juga terdapat informasi mengenai alamat dan nomor kontak RRS
supaya audiens bisa dengan mudah menghubungi RRS apabila diperlukan.
135
Gambar 5.20 Desain sampul kalender
Gambar 5.21 Desain bagian dalam kalender
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisa terhadap hasil Perancangan Kampanye Deteksi Dini
Kanker Payudara untuk Wanita Usia 20-25 Tahun di Surabaya ini dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut
6.1.1 Segi Konsep dalam Perancangan
Dari segi konsep dan perancangan, penulis berhasil menggunakan salah
satu model penyampaian pesan kampanye yang disukai oleh target audiens
dengan konsep informatif stimulatif sehingga mampu menarik perhatian audiens
dan mengajak audiens untuk lebih memperhatikan kesehatan payudaranya.
Serta menggunakan media yang disesuaikan dengan kebiasaan-kebiasaan
audiens untuk meningkatkan efektifitas pesan yang disampaikan.
6.1.2 Segi Desain Visual
Secara visual meliputi layout, tipigrafi, ilustrasi, dan warna, perancangan
kampanye ini berhasil menerapkan kriteria desain yang sudah disesuaikan lebih
dahulu dengan preferensi audiens sehingga dapat mencapai tujuan utamanya
yaitu bisa lebih menarik untuk audiens yang melihat.
6.1.3 Segi Konten
Konten yang disampaikan sudah mengikuti kebutuhan untuk menambah
pemahaman audiens tentang kanker payudara. Kriteria konten menyesuaikan
dengan parameter pengetahuan audiens dan konten yang disediakan oleh
stakeholder. Metode penyampaian juga menggunakan simbol-simbol perilaku
yang dekat dengan audiens sehingga menambah efektifitas penyampaian pesan.
6.2 Saran
6.2.1 Segi Komunikasi Pesan
Dalam membangun komunikasi pesan yang efektif untuk kampanye
deteksi dini kanker payudara memerlukan konsistensi yang dibangun melalui
beberapa media yang berbeda untuk memperkuat dampak pesan pada audiens.
Pesan yang disampaikan juga sebaiknya disesuaikan dengan hal-hal yang dekat
dengan audiens sehari-hari agar bisa lebih efektif.
138
137
6.2.2 Segi Komunikasi Visual
Pada aspek komunikasi visual sebaiknya terus mencari tahu tren terbaru
yang sedang digemari audiens. Tren ini bisa meliputi gaya hidup, cara
berpakaian, kebiasaan sehari-hari, tempat yang sedang populer, dll yang bisa
menjadi acuan untuk mengemas pesan yang ingin disampaikan agar bisa lebih
menarik bagi audiens.
6.2.3 Segi Penerapan Media Berikutnya
Dalam penerapan media kampanye, sebaiknya mencari media kreatif
yang bisa digunakan oleh audiens dalam jangka waktu yang cukup lama,
sehingga bisa sekaligus menjadi media pengingat. Penggunaan media-media
baru seperti media kreatif dan media bersifat ambien bisa sangat membantu
efektifitas kampanye karena menawarkan sesuatu yang segar dan baru, dengan
demikian pesan yang disampaikan bisa lebih mengena di benak audiens.
138
DAFTAR PUSTAKA
Aitchison, Jim dan Lwin, May, 2005, Clueless in Marketing Communication,
Bhuana Ilmu Populer, Jakarta
Alstiel, Tom dan Grow, Jean, 2007, Advertising Strategy: Creative Tactics From
the Outside/In, Sage Publications
Antar, Venus, 2009, Manajemen Kampanye, Simbiosa Rekatama Media,
Bandung
Baer, Kim, 2008, Information Design Workbook, RockPort Publisher
Banks, Adam dan Frasser, Tom, 2010, Colour in Design Pocket Essentials, Ilex
Press
Burthenshaw, Ken dkk, 2011, The Fundamentals of Creative Advertising, AVA
Publishing
Dayaksini, Tri dan Hudainah, 2009, Psikologi Sosial, UMM Press
Eiseman, Leatrice, 2006, Color: Messages and Meanings, Hand Book Press
Gordon, Bob & Maggie, 2010, Graphic Design Pocket Essentials, Ilex Press
Limited, United Kingdom
Kegiatan Pengendalian Kanker di Jawa Timur. 2012. Dinas Kesehatan Propinsi
Jawa Timur.
Profil Kesehatan Tahun 2010, Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya.
Rachmat, Jalaludin. 2005. Psikologi Komunikasi
Rustan, Surianto, 2011, Font & Tipografi, Gramedia Pustaka Utama
Sherin, Aaris, 2012, Design Elements: Color Fundamentals, RockPort
Tinarbuko, Sumbo, 2008,Semiotika Komunikasi Visual, JalaSutera
Bramirus Mikail dan Inggried Dwi W., “Inilah 5 Jenis Kanker Paling Mematikan”,
Kompas, diakses dari www.kompas.com, tanggal 27 Februari 2012.
Palupi, Dyah Hasto. 8 Wajah Kelas Menengah. Majalah SWA edisi 8, 12-25 April
2012.
Kick Andy : Berjuang Melawan Kanker Payudara, tayang hari jumat tanggal 24
Desember 2010
139
“Jadi Ancaman Serius, Penderita Kanker Meningkat”, Suara Surabaya, diakses
dari www.suarasurabaya.net, tanggal 27 Februari 2012
“RSS Galakkan Kampanye Deteksi Dini Kanker Payudara ”, Suara Surabaya,
diakses dari www.suarasurabaya.net, tanggal 27 Februari 2012
“Setiap Tahun RSU Dr. Soetomo Terima 150 Pasien Baru Kanker Payudara”,
Suara Surabaya, diakses dari www.suarasurabaya.net, tanggal 27 Februari 2012
“Wanita di Kota Lebih Beresiko Mengidap Kanker Payudara”, Metro TV, diakses
dari www.metrotvnews.com, tanggal 19 Maret 2012